Kenapa Akhirnya Milih Jokowi?

Kenapa saya bilang akhirnya milih jokowi? Jawabannya karena saya gak menyangka bahwa pemilu kali ini hanya diikuti oleh 2 calon saja. Bahwa saya memang memutuskan untuk memilih di akhir-akhir masa kampanye. Saya bukan Jokowi Fans, hal ini bisa diihat dari postingan saya sebelumnya yang banyak mengkritik Jokowi. Namun ketiadaan saya menulis tentang Prabowo bukan berarti saya mendukung beliau. Hanya saja menurut saya waktu itu. Prabowo bukan capres yang patut diperhitungkan untuk ditulis. Saya pendukung Anies baswedan. Tapi jangan tuduh saya memilih Jokowi karena tokoh idola saya mendukung Jokowi. Saya tak terlalu bodoh untuk disuruh-suruh. Aktif di internet sudah memberikan saya banyak informasi tentang fitnah dan fakta dari ke dua capres. Dan apa kelebihan dan kekurangan meraka. Banyak alasan bagi saya untuk  akhirnya memilih Jokowi. Untuk itu, saya merangkumnya sebagaimana yang dijelaskan berikut:



1. Fitnah
Sudah lama Jokowi dituduh sebagai cina, komunis dan kristen. Masih inget ketika Rhoma Irama menuduh ayah jokowi kristen? Tapi kita tau semua bahwa isu itu cuma fitnah gak jelas dan sudah terbantahkan dengan dua orang tuanya yang bener islam. Tapi justru sebaliknya, capres satu lagi yang memiliki ibu kristen dan adik kandung kristen tak pernah diperdebatkan. Aneh luar biasa. kalo mau main SARA yang adil dong. Terus Rhoma Irama malah diam aja atas fakta capres yang didukungnya. Bukan sekali dua kali saya menemukan berita yang tak benar adanya dari ke dua pasangan capres. Tapi anehnya banyak yang termakan isu ini. Latah ikut-ikutan share tanpa mengecek kebenarannya. Jadi saya mengambil kesimpulan bahwa ini bukan perang agama, tapi perang kepentingan.

2. Tentang selogan anti asing dari capres nomer 1
Sebenarnya musuh terbesar kita anak negeri sendiri atau bangsa luar? capres nomer 1 terus saja berkoar-koar tentang anti asing. Namun melupakan musuh dalam negeri. Musuh dari darah daging anak bangsa. Mereka bilang anti AS dan antek-anteknya, tapi justru berkoalisi dengan koruptor dan orang yang terlibat kasus pajak dan lumpur. Kita tak bisa menafikkan pengaruh asing terhadap mandeknya kemajuan bangsa. Tapi jangan lupa, bahwa bangsa ini stagnan karena anak bangsa sendiri yang melakukan praktek korupsi. Dan justru capres nomer satu ini berkawan dengan tokoh-tokoh koruptor dan penyiksa rakyat dengan kasus lumpur-lumpuranan dan penyelewengan pajak. Belum apa-apa hati nurani untuk memihak rakyat sudah tergadaikan dengan bagi-bagi dukungan. Ketegasan itu bukan terletak dari bicara berapi-api, muka garang dan berlatang belakang militer. Tegas itu dari sikap dan perbuatan. Memang ya, dinegara mayoritas muslim, paling laku kalo jual-jual isu tetang "AS dan Kafir".
tentang prabowo yang bersifat tegas, sampai kapan mau tertipu lagi kita dengan modal tegas SBY tahun 2004 dan 2009?

3. Pilihan dengan hati
Saya bukan penggemar Jokowi, tapi kenyataanya Jokowi lah yang berbuat lebih baik. Coba bayangkan, cawapresnya berasal dari partai berbeda. JK berasal dari Golkar dan golkar pun gak berkoalisi dengan PDIP. Padahal kalau mereka mau, posisi strategis itu bisa aja diberikan ke Puan Maharani anak megawati. Bisa saja diberikan kepada Surya Paloh dari Nasdem atau Mahfud MD dari PKB. 2 partai yang berkoalisi dengan PDIP. Mereka berani mencalonkan orang yang tepat tanpa ada unsur kedekatan. sebuah tindakan istimewa di tengah politik bagi kursi. Kita bisa saja bilang ini pencitraan, tapi rasanya terlalu mahal menjual kursi berharga kepada org yang bukan siapa2nya partai. Coba bandingkan dengan capres nomer satu, belum apa2 udah janji bagi2 kursi. Dan yang dibagi kursi menteri pun orang bermasalah. Bagaimana bisa tegas nantinya pada anak buah, apabila sekarang saja sudah banyak praktik balas jasa. Kalau anda berhutang jasa banyak pada orang lain? Seberapa besar kemungkinan anda mampu bersikap tegas padanya?

4. Kebaharuan.
Inilah poin penting kenapa saya pilih jokowi. Karena kebaharuannya. Jokowi masih berumuh dibawah 60 tahun dan membawa pendekatan-pendekatan baru di DKI jakarta. Jusuf kalla memang sudah tua, tapi pendekatnnya mulai dari konfersi minyak ke gas, penanganan konflik mencirikan sifat kebaharuan walaupun tua.lihat koalisi capres sebelah, wakilnya aja orang lama yang justru menjabat mentri bertahun-tahun bukan karena prestasi tapi karena besan sang presiden. lagi-lagi kita akan melihat nama lama seperti Hatta Rajasa, Aburizal Bakrie, Tifatul Sembiring, Surya Dharma Ali (gak jadi karena udah ditangkan KPK). Bagaimana kita bisa maju dengan wajah dan pendekatan-pendekatan lama.


5. Kebenaran dari Fitnah.
Memang ada isu fitnah yang dilontarkan ke jokowi sebagian sangat salah dan sebagian benar. Terutama yang menyangkut orang dibelakng jokwo yang dibilang Liberal. Tapi menurut saya, sebodoh-bodohnya orang islam, dia gak akan menghancurkan agama nya sendiri. Selain itu akan ada Jk yang dikenal sebagai tokoh islam yang bisa mengontrol segalam keputusan. Karena saya orang aceh, sebagian teman saya mungkin berkata , "kalau Jokowi berkuasa, akan hancur aceh karena megawati dulu yang memberlakukan DOM". Tapi saya akan bilang, kan ada JK tokoh perdamaian Aceh disitu. Seandainya terjadi konflik, akan ada JK yang menengahi.
Sebagian lagi bilang, "di PDIP ada musda Mulia tokoh liberal yang pernah bilang akan menghapuskan kolom agama di KTP". Tapi kita tau bersama, belum apa2 JK sudah menegur Musda maulia dan mengatakan bahwa kolom agama akan tetap ada.


Tak bisa dinafikkan juga bahwa Prabowo juga pernah difitnah dan banyak hal yang sudah dilakukannya seperti pembebasan TKI dan prestasinya dikemiliteran. Tapi rasanya banyak yang mesti dipertimbangkan lebih daripada itu. Pendapat saya bisa aja salah. Jadi saya minta maaf kalau ada salah tulis. Minta maaf juga kalau tulisan ini dikategorikan sebagai fitnah.
Salam damai untuk Indonesia.



Sumber Gambar:  noeruelayya.blogspot.com/

No comments:

Post a comment