3 Cara Menjadi Pelajar Berprestasi di Sekolah



Setidaknya, ada dua tipe pelajar di Indonesia. Tipe pertama adalah yang memandang sekolah sebagai jadwal wajib. Yang penting Senin sampai Jum'at pergi pagi pulang sore. Titik. Emang udah begitu kok dari zaman TK. Tipe ini gak tahu buat apa itu sekolah, ya wajib aja! Berprestasi di sekolah? Liat aja nanti...

Tipe pelajar kedua adalah pelajar yang memandang sekolah sebagai  batu loncatan untuk mencapai batu impian selanjutnya. Tipe ini paham tentang apa yang bisa didapatkan dari sekolah untuk masa depannya. Biasanya tipe kedua ini banyak mendapat prestasi baik akademik maupun non akademik

Kedua tipe ini menghabiskan waktu yang sama di sekolah. Bedanya yang satu bangun dengan keluhan di pagi hari dan tak sabar menanti jam pulang di sore hari, sedangkan yang satu lagi bangun dengan tujuan hidup jelas dan pulang sekolah dengan harapan.

Kalau dipikir-pikir, tipe pertama sangatlah merugi.  Waktu, dan biaya yang dihabiskan sama dengan tipe pelajar dua, tapi tak dapat apa-apa. 

Oleh karenanya, berhubung mau masuk tahun ajaran baru, gak ada salahnya kita me-reset ulang pandangan kita tentang sekolah. Alih-alih menghabiskan bertahun-tahun pergi pagi pulang sore tak ada gunanya, kenapa tak kita jadikan saja tahun-tahun itu penuh arti?

Berprestasi dengan menikmati proses

Menjadi pelajar  berprestasi itu bonus dari menikmati proses. Artinya, selaku pelajar, kamu akan kesulitan untuk prestasi tanpa menikmati proses itu sendiri.

Masalahnya, banyak peserta didik yang ingin berprestasi tapi malas melalui segala tantangan selama proses. Inilah sebabnya, banyak pelajar mencontek sebagai jalan pintas meraih nilai tinggi. Atau mungkin tak berprestasi karena kesulitan menikmati proses.

Lalu pertanyaannya, proses apa yang perlu dinikmati agar menjadi pelajar atau siswa berprestasi? Bagaimana caranya menjadi pelajar berprestasi?

Setidaknya ada 3 cara yang mesti kita nikmati agar berprestasi di sekolah. Ketiga cara ini sama pentingnya, satu saja tidak dilakukan akan menghambat keberhasilan di sekolah.

Pertama, memiliki target atau tujuan.

Kalau kamu pernah masuk OSIS, tentu kamu sering disibukkan dengan rapat. Rapat-rapat ini diselenggarakan berkali-kali dan berhari-hari untuk kegiatan yang paling lama sejam dua jam. Jika rapat dilakukan berkali-kali dan berhari-hari agar kegiatan dua jam itu sukses, sangatlah bodoh jika kamu tak pernah menyediakan waktu untuk memikirkan tujuan dan rencana bagi hidup puluhan tahun ke depan.

Tujuan adalah arah dan pemberi makna dari apa yang dilakukan. Orang yang tak memiliki tujuan seringkali hanya ikut arus dan memiliki hidup yang kacau balau.

Di sekolah, pelajar bisa menetapkan tujuan jangka panjang atau jangka pendek. Tujuan jangka pendek seperti dapat nilai tinggi di pelajaran tertentu atau menang lomba antar sekolah. Sedangkan tujuan jangka panjang itu lebih ke target yang ingin dicapai beberapa tahun mendatang. Misalnya, ingin masuk ke jurusan tertentu di universitas ternama. Atau lolos SMA dan SMK favorit.

Jangan lupa, buat juga tujuan yang meningkatkan keterampilan sosial mu. Karena banyak sekali orang yang pandai di sekolah, tapi karier stagnan bersebab tak mampu bekerja sama dengan orang lain. Pemenuhan tujuan ini misalnya dengan masuk organisasi sekolah atau ekstrakurikuler. Jika kamu ingin menghilangkan sifat kaku, pemalu dan tak percaya diri, tentu kamu harus bertemu banyak orang, dan organisasi sekolah adalah tempat yang tepat.

Pencapaian tujuan atau target ini penting sebagai pembentukan kepercayaan diri. Seseorang akan yakin bisa mencapai target besar jika hidupnya dipenuhi keberhasilan akan hal-hal kecil. Bagaimana mungkin kamu bisa percaya diri menyongsong masa depan yang serba tak pasti jika di usia sekolah saja tak memiliki arah dalam hidup.

Kedua, mencintai apa yang dilakukan

Setiap pekerjaan memiliki aktivitas ciri khas. Aktivitas petani meliputi mencangkul, menabur benih, berjemur di terik matahari dan sebagainya. Seorang guru bekerja dengan berbicara di depan kelas, mengevaluasi pembelajaran dan sebagainya. Pelajar memiliki ciri kegiatan seperti berpikir, mencatat, mengerjakan tugas dan lain-lain. Dan semua dari kita harus menyukai bidang yang sedang ditekuni.

Mustahil berhasil di suatu pekerjaan jika kita membenci aktivitas ciri khas pekerjaan itu. Sangat berat bagi seorang pelajar bisa berprestasi jika ia membenci kegiatan ciri khas seorang pelajar.

Sebagai pelajar, kamu harus menemukan cara menyenangi kegiatan seorang pelajar. Kamu perlu mensugesti diri bahwa sudah seharusnya kamu menyukai aktivitas sebagai pelajar. Jika pun tak bisa menyukai aktivitas pelajar tertentu, jangan dibenci, netral saja. Karena kebencian akan suatu aktivitas belajar akan membuatmu sulit mencerna pelajaran.

Kamu juga perlu tahu tipe gaya belajarmu apa; audio, visual, audio-visual atau kinestetik. Di sekolah cara belajar  diseragamkan untuk semua pelajar di satu kelas. Tapi kamu bisa memanfaatkan pengetahuan tentang tipe belajarmu di pembelajaran luar kelas seperti di rumah. 

Orang dengan gaya belajar audio mungkin cocok belajar sambil mendengarkan podcast atau musik. Pelajar tipe visual, butuh keheningan dalam membaca materi. Audio visual, justru menggabungkan antara melihat dan mendengar. Sedangkan, orang dengan gaya belajar kinestetik perlu belajar sambil bergerak. Kamu bisa membaca tipe gaya belajar ini lebih lanjut di internet.

Oleh karenanya, sangat penting untuk mengetahui potensi diri. Jika kamu mengetahui kelebihanmu di mana, kamu dapat menggunakannya untuk mendongkrak potensimu. Begitu juga dengan kekurangan,  mengetahui kekurangan bisa membuatmu lebih selektif. Kamu bisa melakukan tes sederhana di internet untuk mengetahui tipe gaya belajar. Atau kamu juga bisa ikut tes MBTI gratis di internet.

Untuk lebih akurat tentang potensimu, tak ada salahnya berkonsultasi ke psikolog terdekat.

Ketiga, mencintai orang di sekitar

Di sekolah, kamu akan bertemu banyak orang seperti teman satu kelas, teman satu sekolah, guru serta warga sekolah lainnya. Kamu akan bertemu dengan mereka setiap hari selama beberapa tahun mendatang. 

Bagaimana hubunganmu dengan warga sekolah sangat mempengaruhi suasana hati. Dan suasana hati tenang adalah syarat menikmati pelajaran.

Sungguh berat menyukai pelajaran tertentu jika kamu konflik dengan guru mata pelajaran itu. Sulit berkonsentrasi saat pelajaran jika hatimu gusar karena ada yang kamu benci di kelas itu.

Oleh karenanya, mencintai orang sekitar adalah syarat penting agar kamu betah dan nyaman belajar di sekolah.

Yah kalau boleh jujur, kita gak mungkin juga menyukai semua orang. Pasti ada yang membuat kita kesal. Bagaimana cara mengatasinya?

Ya kamu perlu berdamai dengannya. Dekati atau minta maaf jika salah. Pun jika tak bisa menjalin hubungan baik karena kamu tak suka dengan kepribadiannya, ya mau dibuat apa lagi. Kamu hanya bisa mengontrol hatimu, bukan orang yang kamu benci. Kamu tak akan resah jika kamu tak mengizinkan pikiranmu membenci orang secara berlebihan. Kamu tak bisa susah hati, kecuali dirimu sendiri yang membiarkannya.

Tiga cara  menjadi pelajar berprestasi ini saling melengkapi. Kamu tidak bisa berharap berprestasi optimal jika satu saja tak kamu lakukan. 

Tiga cara ini juga berlaku universal di manapun. Jadi ketika kamu tamat sekolah, kamu juga bisa menetapkan tiga cara ini di lingkungan kerjamu.

Selamat mencoba….

No comments:

Post a comment