[Review Buku] Pembunuhan Atas Roger Ackroyd Oleh Agatha Christie

Judul Terjemahan: Pembunuhan Atas Roger Ackroyd
Judul Asli : The Murder of Roger Ackroyd (1926)
Penulis : Agatha Christie
Bahasa : Indonesia
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama (juli 2017)
Jumlah Halaman : 352
___________________________________________

Roger Acroyd tahu terlalu banyak. Ia tahu bahwa wanita yang ia cintai meracuni suami pertamanya yang kejam. Ia juga curiga bahwa wanita itu diperas seseorang. Dan kini… wanita itu bunuh diri.

Malam itu Roger menerima sepucuk surat berisi informasi yang sangat fatal. Sayang sekali, sebelum ia sempat membaca surat itu sampai selesai, seseorang menikamnya hingga tewas.

Hercules Poirot pun terpaksa menunda masa pensiunnya untuk menyelidiki kasus ini.

Perkenalan

Bisa dibilang, kemanapun saya pergi ke tempat yang menjual atau menyewakan buku, nama Agatha Christie selalu aja ada di sana. Mau di perpus, toko buku, dan toko sewa buku, koleksi buku-buku karangan Agatha Christie seperti wajib diadakan.

Meski populer di mana-mana, baru kali ini saya baca buku karya wanita kelahiran  negeri Ratu Elizabeth ini. Bukan karena gak suka genre detektif yang jadi genre keahlian Agatha Christie, saya gak terlalu suka aja baca buku detektif klasik. Makanya saya juga gak pernah juga baca buku-buku Sherlock Holmes karya Sir Arthur Conan Doyle.

Mungkin sangat subjektif, tapi bagi saya baca novel klasik selalu berhasil bikin saya mumet (walaupun gak semuanya).

Jadi ketika baru-baru ini saya lagi kepengen aja baca novel detektif, maka kata kunci yang saya cari di google adalah “Novel detektif terbaik sepanjang masa”. Dan hampir semua artikel yang saya baca menyarankan buku Agatha Christie ini, Pembunuhan Atas Roger Ackroyd. Pikir saya, kalau gak sekarang dengan melimpahnya waktu luang, kapan lagi saya membaca karya Agatha Christie?

Dan bersyukurlah saya yang dengan noraknya baru berkenalan dengan Aplikasi IPusnas akibat kasus Share-share PDF di Whatsapp. Cuma modal kuota, Alhamdulillah dapet baca buku gratis dengan tetap menghargai si penulis.

Review

Pembunuhan Atas Roger Ackroyd mengambil latar King’s Abbot, sebuah desa kecil di Inggris. Banyak anak-anak muda yang meninggalkan desa dan menyisakan King’s Abbot untuk dihuni oleh perawan-perawan tua dan pensiunan tentara.

Karena monoton dan damainya, bergosip merupakan hobi dan hiburan penting di King’s Abbot. Dan yang menjadi sasaran gosip penduduk desa adalah keluarga Mr. Ferras dan Roger Ackroyd yang kaya raya.

Ketika Mr. Ferras meninggal setahun lalu akibat sebuah penyakit, warga King’s Abbot tak lupa menjadikannya bahan gosip. Seperti desa kecil lainnya, rumor selalu lebih terdengar menarik dibandingkan fakta “lapangan”.

Dan ketika Mrs. Ferras meninggal baru-baru ini, banyak desas desus terdengar bahwa Mrs. Ferras meninggal bersebab tak sanggup menahan beban karena membunuh suaminya setahun lalu.

Gosip tetaplah gosip. Meskipun begitu, terkadang ada fakta yang terselip dibalik sensasi murahan. Mrs. Ferras tertekan sebelum meninggal dunia. Dan ia mengirim surat kepada Roger Ackroyd (kekasih gelapnya) tentang seseorang yang menyebabkan Mrs. Ferras stres dan memutuskan bunuh diri.

Namun sebelum identitas pemeras Mrs. Ferras terungkap, Roger Ackroyd ditemukan tewas ditikam dengan surat yang berisi nama pemeras hilang entah kemana.

Di saat yang bersamaa, King’s Abbot kedatangan seorang pensiunan tua yang suka menanam buah labu. Ia lihai menutup diri ditengah penduduk yang haus akan sensasi.

Namun ketika keponakan Roger Ackroyd (Flora Ackroyd) meminta kematian Pamannya diungkap, pensiunan tua itupun membuka diri. Ia adalah Hercule Poirot, seorang detektif terkenal yang menyembunyikan nama besarnya demi kehidupan damai di hari tua.

Satu hal yang menjadi syarat penting bagi Poirot untuk menerima permintaan Flora Ackroyd adalah bahwa ia diizinkan menyelidiki kasus ini sampai akhir, tak peduli dengan segala akibatnya. Dan syarat itupun diterima.

Lalu, dimulailah intrik lihai baik dari orang-orang terdekat untuk lepas dari segala tuduhan maupun aksi jenius dari Hercule Poirot sendiri.

Pembaca dibuat menerka-nerka siapa pelakunya. Karena di pertengahan, Pembunuhan Atas Roger Ackroyd mengungkap fakta bahwa setiap tokoh memiliki perilaku janggal di malam kematian Roger Ackroyd yang membuat masing-masing dari mereka dicurigai sebagai pembunuh.

Dan ketika Pembunuhan Atas Roger Ackroyd ditutup, saya berasa ditipu habis-habisan oleh Agatha Christie. Sebuah ending yang super plot twist. Saya rasa mungkin ini yang membuat buku ini begitu spesial dan menjadi salah satu karya Agatha Christie yang paling dikenang, yakni memberikan ending yang super gak terduga.

Beberapa kali membaca buku detektif, baru ini yang betul-betul bikin saya tertipu.

Pembunuhan Atas Roger Ackroyd tidak telalu terlalu tebal, yakni hanya 352 halaman dengan ukuran kertas kecil sehingga cocok bagi yang ingin mengisi waktu luang.

Setelah buku selesai dilahap, saya kurang merasakan emosi dalam buku ini. Selaku pembaca, saya tidak “jatuh cinta” atau kagum dengan salah satu tokoh kecuali Hercule Poirot itu sendiri. Tuduhan “gak mungkin dia pelakunya” hanya terlontar dari tokoh yang satu ke tokoh yang lain tanpa membuat saya juga ingin berkata, “iya, gak mungkin dialah!”. Agatha Christie hanya bermain di level logika, tidak diperasaan.

Mungkin karena saya baru pertama kali ini membaca karya Agatha Christie, kekaguman saya bukan atas sifat dan kepribadian Hercule Poirot secara utuh melainkan hanya pada kelihaian dan kemisteriusannya dalam menangani kasus. Ia sopan, baik hati dan bijaksana tentu saja, tapi bukannya itu sifat kebanyakan orang yang sudah lumayan berumur?

Pun ketika identitas pelaku terungkap, saya kok merasa ini pelaku ini bukan manusia yang punya emosi. Datar gitu tanggapannya. Bahkan ketika dia memutuskan untuk bunuh diri supaya keluarganya gak malu. Keputusan minuman apa yang dipilihnya untuk bunuh diri seperti seperti bapak-bapak yang bimbang mau minum teh atau kopi.

Namun terlepas dari kekurangan itu, buku ini tetap luar biasa kok. 4 dari 5 bintang menurut saya. Bagi yang pingin baca juga, buku ini disediakan gratis di aplikasi Ipusnas. Dan tentunya, juga legal. Selamat membaca…

No comments:

Post a comment