Harry Potter dan Kamar Rahasia oleh J.K. Rowling

Judul : Harry Potter Dan Kamar Rahasia
Pengarang : J.K. Rowling

Alih Bahasa : Listiana Srisanti
Bahasa : Indonesia

Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Banyak Halaman : 432 ; 20 cm

Terbit : 2000 (Cetakan Ke-11, Januari 2002)
Serial : Harry Potter, buku ke 2

Genre : Fantasy

Pilihan kitalah, Harry, yang menunjukkan orang seperti apa sebenarnya kita, lebih dari kemampuan kita (Dumbledore,  Hlm 414)

Tentu bukanlah perkara mudah bagi Harry Potter untuk melewati musim panas di Privet Drive nomer empat setelah merasakan kesenangan luar biasa bersekolah di Hogwarts. Tinggal setahun sebagai murid kelas satu di Hogwarts telah memberinya pengalaman manis selain kebencian Keluarga Dursley yang terus saja menghantuinya selama tinggal dengan keluarga adik ibunya itu. Hatinya pun semakin muram ketika tak satupun temannya di Hogwarts yang mengiriminya surat.

Dan di tengah hasratnya untuk kembali ke dunia sihir, Harry Potter didatangi Dobby, peri rumah, yang justru melarangnya untuk kembali ke Hogwarts. Jika ia kembali, sesuatu yang buruk akan menimpa dirinya.

Dan itulah yang terjadi sekembalinya Harry Potter ke Hogwarts. Seolah kebencian profesor Snape belum cukup membuatnya menderita, ia mesti berhubungan dengan satu guru lagi yang sering membuatnya mendapatkan masalah dan menghancurkan suasana hatinya, Gilderoy Lockhart. Bahkan Dobby si peri rumah terus saja membuat Harry dipulangkan dari Hogwarts dengan berbagai cara. Belum lagi tingkah Draco Malfoy yang selalu saja membuat dirinya kesal bukan main.

Seolah belum cukup masalah menimpanya, Hogwarts didera insiden yang membuat beberapa murid menjadi batu. Kecurigaan-kecurigaan pun membahana di pelosok Hogwarts. Siapakah yang membuka Kamar Rahasia yang melegenda itu? Siapakah yang melepaskan makhluk buas yang yang tersimpan di Kamar Rahasia? Apakah Hagrid yang yang memiliki riwayat kelam di masa lalu? Apakah Draco Malfoy yang tampak senang dengan berjatuhannya korban? Ataukah Harry sendiri? Pemilik banyak rahasia yang belum terungkapkan.

****
Berbeda dengan buku pertamanya, buku ke dua Harry Potter ini terasa lebih membosankan. Rasanya ceritanya terlalu dipanjang-panjangkan. Banyak tokoh yang rasanya tidak terlalu memberikan dampak siginifikan pada jalannya cerita. Gilderoy Lockhart misalnya, rasanya terlalu banyak porsi cerita yang diberikan pada guru Anti Ilmu hitam ini. Bahkan kehadiran Dobby si peri rumah hanya membuat penasaran dan kesal saja tanpa ada pengaruh besar yang diberikannya dalam cerita. Bahkan rasanya sedikit kecewa ketika Hermione harus hilang di tengah-tengah cerita.

Satu lagi yang kadang bikin kesal, untuk menemukan satu petunjuk kecil, Harry, Ron dan Hermonie harus masuk ke satu petualangan ke petualangan yang lain. Rasanya agak buang-buang waktu membaca saja gitu, padahal sudah melalui berbagai petualangan yang membuat lelah, tapi cuma petunjuk kecil yang didapat.

Namun, dari berbagai kekurangan yang disebutkan di atas, Harry Potter dan Kamar Rahasia tetap saja mampu menyihir pembacanya untuk terus penasaran sampai akhir cerita. J.K Rowling masih mampu menghadirkan ketegangan dan kisah detektif seperti buku pertamanya. J.K Rowling mampu membuat pembacanya penasaran tentang siapa sebenarnya tokoh jahat dibalik membatunya beberapa murid Hogwarts. Ending-nya pun benar-benar tidak bisa ditebak. Bahkan saya bisa menghabiskan buku karangan J.K. Rowling ini hanya dalam tiga hari.


Andai saja tidak sedikit bertele-tele, mungkin saya berani memberi nilai sempurna seperti buku pertamanya. Yah, namanya manusia, pasti ada kesalahan. Termasuk mungkin saya yang masih penuh salah dalam me-review karena masih dalam tahap belajar J . Untuk itu, saya berikan nilai 4 dari 5 untuk Harry Potter dan Kamar Rahasia Karangan J.K Rowling ini.

No comments:

Post a comment