Muslim Bukan Teroris?


Muslim bukan teroris. Kalimat itu sudah begitu sering kita jumpai. Mulai dari gambar-gambar yang dibagikan di media sosial sampai stiker-stiker yang ditempel di kendaraan pribadi. Dinilai dari tujuannya, kalimat yang disebarluaskan ini bermaksud baik, yaitu menjauhkan Muslim dari image/pandangan sebagai teroris. Seperti kita ketahui bersama, pandangan bahwa islam erat kaitannya dengan teroris meluas karena aktifitas merusak oleh segelintir pihak yang mengatasnamakan islam seperti serangan 9/11 dan bom bunuh diri di berbagai belahan dunia. Rasanya sungguh tak adil, akibat segelintir orang, islam selalu dikaitkan dengan kekerasan, sedangkan mereka pihak-pihak barat, israel dan sekutunya tak pernah dipandang sebagai teroris atas musnahnya jutaan manusia akibat perbuatan mereka.

Kembali kepada topik, apakah kalimat tersebut efektif untuk menjauhkan islam dari pandangan sebagai terorisme atau malah justru memperparahnya?

Menurut saya pribadi, kalimat tersebut dapat memperparah pandangan Muslim sebagai teroris. Karena walaupun tujuannya baik, tiga kata tersebut justru mengarahkan Muslim kepada paham teroris. Sebagai contoh, jika anda mendengar saya berkata “saya bukan gajah”, maka akibatnya dengan keheranan anda akan melihat badan saya dari bawah sampai atas untuk memastikan apakah badan saya segemuk gajah. Jika anda baru mengenal saya, mungkin anda tak begitu peduli dengan berat badan saya dan tak terpikir sedikitpun tentang badan saya yang mirip gajah. Namun ketika saya berkata seperti itu, secara langsung anda akan berasumsi bahwa sudah banyak orang yang menghina saya sebagai gajah. Karena perkataan saya tersebut, anda bisa saja tak ingin mengenal saya lebih lanjut karena tak ingin berurusan dengan orang yang memiliki kepercayaan diri rendah akibat dihina banyak orang. 

Bagi orang yang ingin mengenal islam atau belum tau apapun tentang islam, kalimat "Muslim Bukan Teroris" bisa saja membuat mereka takut. Mereka akan bertanya seberapa parahkah mereka (islam) sehingga dikaitkan dengan terorisme. Mereka setidaknya akan sedikit bersikap hati-hati akibat ucapan kita sendiri. Seorang dihina bukan karena alasan bukan? Mengatakan kepada khalayak ramai bahwa Muslim bukan teroris berakibat sama seperi jika saya berkata kalau saya bukan gajah. Bagi yang mendengarnya, ini seperti pembelaan yang keluar dari seorang yang “bersalah”. Jika saya percaya diri terhadap tubuh saya, saya tak perlu membantah hinaan dari orang. Jika kita tidak mencuri, kita tak perlu membantah dengan mengatakan kita bukan pencuri. Jika kita bukan penjahat, tak perlu membantah kalau kita bukan penjahat, cukup buktikan dengan sikap. Begitu pula halnya dalam menanggapi stereotip banyak orang bahwa kita adalah teroris.

Penggunaan kalimat “Muslim bukan teroris” bagi umat islam itu sendiri justru tidak bermanfaat. Mengutip sebuah quote dari Ali bin Abi Thalib yang berbunyi “Jangan menjelaskan dirimu kepada siapapun. Karena yang menyukaimu tidak butuh itu, dan yang membencimu tidak percaya itu”. Ya, bagi kita yang tau dan menyukai islam, kita tak perlu bantahan apakah islam itu teroris atau bukan. Begitu pula bagi pihak-pihak yang sudah benci islam, mereka tak perlu bantahan itu, karena mereka tak akan mendengarnya. Tak perlu memaksa mereka paham dengan apa yang kita ucap, paksa mereka paham dengan bagaimana kita bersikap.

No comments:

Post a comment