Tipe-tipe penghutang ketika ditagih


Hutang, satu kata yang terkadang bermakna terpaksa pada dua pihak. Si penghutang dan pemberi hutang. Bagi penghutang, meminjam uang merupakan sebuah keterpaksaan karena kantong yang tipis. Dan bagi yang memberi hutang, ini menjadi sebuah dilema. 

“Kalau saya kasih, nanti saya makan apa? Kalau gak dikasih kasihan kan?” mungkin itu sebagian yang terlintas dibenak kita.

Saya di sini hanya berbagi pengalaman memberikan hutang pada berbagai macam tipe orang. Eits, tunggu dulu. Jangan anggap saya banyak uang. Meminjam sebuah kalimat, ”I learned to give not because I have many, but because I know exactly how I feels to have nothing”. Kadang-kadang gak tegaan, karena tau juga gimana rasa sakitnya gak punya uang. Jadi tiap ada orang yang minjem uang dengan muka memelas, jadi ingat diri sendiri, pengen nangis (ketawa) sambil bilang dalam hati, “mukanya mirip banget kayak muka saya dulu, menyedihkan”. Hehe. Bisa dibilang jumlah saya meminjam dan memberi pinjaman 50-50 lah. Bahkan sampe sekarang ada beberapa hutang teman yang belum dibayar (Maaf yah).

Kebiasaan diri sendiri, saya nagih utang sama orang kalau sedang betul-betul butuh atau yang menghutang lama tidak membayar. Nah, di sini lah letak dilemanya. Kita gak bisa nebak bagaimana reaksi orang ketika ditagih. Berdasarkan pengalaman, hanya ada satu tipe orang ketika datang meminjam hutang, yaitu tipe orang yang baik hati dan penuh basa-basi dan selalu diakhiri dengan kalimat yang sama, “Pinjam utang dong!” Namun dari satu tipe ini bercabang menjadi enam tipe ketika ditagih hutang. Ya, mungkin karena pengaruh kepribadian dan tingkat keterdesakan yang berbeda-beda.  Berikut adalah 6 macam tipe orang  ketika ditagih hutang:
1.   Tipe tepat waktu

Ini adalah tipe orang yang tepat janji. Ketika tanggal janji pembayaran, kita gak perlu nagih, dia yang menghubungi kita untuk membayar. Ini tipe penghutang yang disukai semua orang dan dijamin kalau tipe ini minjam uang lagi, kita tidak perlu mikir-mikir.

2.   Tipe pelupa

Orang seperti ini adalah tipe yang paling nge-gemesin. Ibarat anak-anak yang nge-gemesin, kita kepengen cubit dikit pipinya. Ya, kalo orang seperti ini, saya pengen juga nyubit, tapi gak pake jari, pake tang!! Bagaimana tidak, dengan uang yang udah menipis dan mie instan yang udah menggantikan makanan pokok sehari hari, ketika kita nagih uang baik-baik, terus dia bilang, “emangnya saya pernah ngutang sama situh?” Glek, hampir meledak nih jantung. Kalau ngutangnya dikit sih gak apa2, tapi kalau banyak gimana?
Seringnya sih saya jelasin panjang lebar. Kadang-kadang sampe berdebat. Kalau saya bisa jelasin kapan dan bagaimana proses pemberian hutang dengan detail, biasanya tuh orang bakalan bilang, “oh ya maaf, lupa (sambil nyengir kambing)”. Tapi kalau yang terjadi sebaliknya, saya gak bisa jelasin detailnya dan tuh orang bisa yakinin kalau dia gak ngutang, yang selanjutnya terjadi adalah saya bakalan ngomong dalam hati, “eh, saya bener-bener pernah ngasih utang gak sih?” Hahaha, yang pelupa siapa coba.

3.   Tipe “Besok yah mas”

Pernah dengar istilah “pemberi harapan palsu?” Inilah gambaran yang tepat buat orang yang satu ini. Pada tanggal yang telah ditentukan kita datang dengan penuh harap. Tapi jawaban yang kita dapat, “lagi gak ada uang nih, minggu depan ya.” Kecewa memang, tapi apa mau dikata. Yang selanjutnya terjadi hanya rencana-rencana tadi malam yang menguap. Rencana makan mie ayam dengan kelapa muda berganti dengan mie instan. Rencana makan nasi padang berganti dengan nasi putih plus setengah telur putih rebus (setengahnya lagi buat nanti malem).
Orang seperti ini adalah pemberi harapan yang tak jelas. Minggu depannya, kita menunggu lagi. Mudah-mudahan gak diberi lagi harapan. Tapi diberi uang yang telah kita hutangi.

4.   Tipe “Galak”

Ini adalah tipe orang yang membuat traumatik. Seumur hidup kita gak akan kasih uang lagi. Kita kasih uangnya baik-baik. mintanya baik-baik. tapi dia yang marah-marah. Maksudnya apa coba? Sampe ngomong gini segala, “dasar pelit, uang segitu aja ditagih!” Ya kalau hutangnya 1000 2000 perak sih gak apa-apa. Kalau banyak kan kitanya yang bangkrut. Kalau orang kayak gini tergantung kita mau nyikapinya gimana. Mau pakek pisau dapur? Tabrak pakek mobil? (kalau punya? kalo gak? Masa pakek metro mini)
Pilihan tergantung masing-masing. Kalau bisa damai-damai aja ya!

5.   Tipe “Melankolis”

Ini tipe orang yang buat kita serba salah. Gak ditagih, kitanya yang mesti nambah puasa sehari lagi. Kalau ditagih, gak tega. Mukanya bener-bener mirip kayak kita waktu gak ada uang. Liat mukanya aja udah buat kita ragu-ragu buat nagih. Apalagi waktu dia ngomong. “maaf yah, aku bener-bener lagi gk ada uang, ini aja baru sekali makan hari ini.”  Ah, bukannya nagih, mungkin malah ngasih uang 1000. Buat beli permen.

6.   Tipe “Hantu”

Pernah nonton Film twilight 2: New Moon. Ketika bella ditinggal Edward dan meratapi nasib berhari-hari di kamar. Tipe ini yang membuat kita menjadi seperti Bella. Karena apa? Karena si penghutang kabur, hilang bagai hantu! Dan si pemberi hutang pun meratapi nasib di kamar. Liat kalender dengan tanggalnya yang semakin menua sambil berucap dalam hati, “kapan tuh orang nongol?” Secara pribadi penulis pernah merasakannya. Pada tanggal yang ditentukan, si penghutang hilang (atau sengaja menghilang). Telpon gak diangkat. SMS gak dibalas (Aku gak ada pulsaaa).  Sehari, seminggu atau 2 minggu mungkin masih bisa berfikir positif. Tapi kalau sampe sebulan masih tak direspon, betul2 kurang diajar nih si penghutang. Dilema memang, kita yang rela meminjamkan uang, tapi ketika kita butuh ini balasannya. Ah, semoga si penghutang mendapat hidayah  (tiba-tiba baik)

Di akhir tulisan, saya sebagai penulis artikel ini ingin berkata kepada orang-orang yang telah memberikan utang dan belum saya bayar, “bentar lagi ya, beasiswanya masih lama keluar”


sumber gambar : 
driverlayer.com

2 comments:

  1. hhahah Santai ajja broe,, <<))hhahaha<<))

    Loe juga penah punya utang sma gua..
    maSIH inGat>>
    -N
    -G
    -A
    -K

    loe punya utang sama kami..
    utang >> JANJI<< hahaha
    mana janji lo katanya mau ngajak kami ngumpul makan bareng.. kawan2 satu praktek sama lo.. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha, siap bg chay..
      kita tunggu waktu yang tepat :D

      Delete